Masyarakat Irak kembali turun ke jalan raya sejurus selepas pengesahan kabinet Perdana Menteri baru Musthafa Al-Kadhimi. Tunjuk perasaan telah berlaku di beberapa kota di wilayah selatan Irak seperti Kut dan Basrah pada Sabtu malam. Di Kut, penunjuk perasaan membakar sejumlah rumah pegawai dan pejabat milik beberapa parti politik. Di Basrah, penunjuk perasaan menutup jalan dengan membakar tayar.
Masyarakat Irak menyuarakan kekecewaan mereka terhadap situasi ekonomi yang buruk serta peningkatan kes rasuah yang memburukkan lagi keadaan di Irak. Mereka juga mengecam pemerintah yang gagal mengatasi krisis ekonomi di negara 1001 malam tersebut.
Di sisi lain, pemerintahan Al-Kadhimi yang baru terbentuk mengambil langkah rekonsiliatif dalam menangani para penunjuk perasaan. Pihaknya mengumumkan akan membebaskan sejumlah penunjuk perasaan yang ditahan pada demo besar-besaran yang mengakibatkan situasi tegang dalam negeri Irak selama beberapa bulan semenjak bulan Oktober 2019 yang lepas.
Al-Kadhimi yang sebelumnya merupakan pengarah badan perisikan Irak menambah, “Kebenaran tentang segala yang telah terjadi dalam demonstrasi berbulan-bulan di Irak akan segera didedahkan”.
Sumber berita: Berita Dunia.net
