Komandan Pasukan Pengawal Revolusi Islam Iran (IRGC) mengatakan pihaknya memiliki drone dengan jangkauan terbang 7000 kilometer yang bermaksud wilayah Israel sangat mudah dijangkaui.
“Ia dapat terbang dan kembali serta mendarat di mana pun yang diinginkan,” kata Mejar Jeneral Hossein Salami di sela-sela acara ujian klinikal fasa pertama vaksin Covid-19, Noora yang dibangunkan oleh IRGC di Tehran.
Namun, Mejar Jen Salami tidak memberikan keterangan lebih lanjut tentang drone yang dimaksudkan itu. Perkembangan seperti itu dilihat oleh Washington sebagai ancaman terhadap kestabilan wilayah.
Pada bulan Mei, IRGC memperkenalkan salah satu drone super berat dan lebar badannya yang dinamakan “Gaza.” Drone ini dirancang untuk misi dalam bidang pengawasan, pertempuran dan pengintaian dengan jangka waktu penerbangan hingga 35 jam.
Drone Gaza mampu membawa 13 bom hingga radius operasi 2.000 km dan dapat membawa 500 kilogram pelbagai alat pengumpulan maklumat dan isyarat. Drone Iran Shahed-129 juga mampu menempuh jarak 2.000 km dan dapat terbang hingga 24 jam.
Satu lagi drone berbadan lebar buatan Iran adalah Fotros. Ia mampu terbang dari 16 hingga 30 jam dan jarak operasi dari 1700 hingga 2000 km. Drone Kaman-22 buatan Iran juga memiliki jarak operasi sekitar 3,000 km dan dapat membawa 300 kg bahan letupan.
Sumber berita: ParsToday
